Kasus penghinaan Jokowi jadi santapan politisi

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (kiri) bersama orang tua MA, pria yang dituduh melakukan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo saat pilpres
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (kiri) bersama orang tua MA, pria yang dituduh melakukan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo saat pilpres

Tersangka penghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pilpres yang ditahan di Bareskrim, Mabes Polri, menjadi topik hangat belakangan ini. Bukan hanya menjadi sorotan masyarakat, para politisi pun tak ketinggalan unjuk gigi. Tak kurang Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, turun tangan untuk membantu membebaskan MA (24).

Fadli Zon bersedia jadi jaminan penangguhan penahanan terhadap MA. Menurutnya, penangkapan MA mengandung unsur politis, dan menganggap kejadian ini sebagai hukum yang dipolitisasi. “Saya bersedia jadi jaminan. Masyarakat dan tetangga MA kalau perlu berbondong-bondong datang ke sini jadi jaminan,” ujar Fadli, Jumat (31/10/2014), yang dikutip Kompas.com. Namun dia mengaku langkahnya ini bukan untuk mencampuri proses hukum.

Di mata praktisi hukum, Wakil Ketua DPR yang tiba-tiba muncul ini justru ditengarai bermuatan politis. “Dalam kasus ini, pendekatan hukum yang berkeadilan menjadi rumit akibat terlalu dipolitisir, terlebih dengan kedatangan tokoh-tokoh politik seperti Fadli Zon yang tiba-tiba hadir dan peduli terhadap tukang tusuk sate,” ujar Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI Jakarta), Poltak A. Sinaga.

Mantan Ketua DPR RI yang juga politisi Partai Demokrat, Marzuki Alie ikut bersuara. Ia mengingatkan polisi tak perlu berlebihan memperlakukan MA. Apalagi tersangka sudah mengakui perbuatannya. “Kalau memang mau fair, harusnya yang melakukan fitnah di internet harus diusut oleh pihak kepolisian, tidak hanya yang jelas namanya dan kalau menyangkut Jokowi saja,” katanya, Kamis (30/10) dikutip JPNN.

Perkembangan kasus ini, menurut kuasa hukum tersangka, keputusan penangguhan hukuman MA baru diputuskan pada Senin (3/11). “Tersiar kabar harusnya putusannya hari ini, tapi nggak tahu pertimbangannya apa, jadi ditunda Senin,” kata Irfan, Jumat. Pihaknya berharap keputusan pihak Bareskrim nanti benar-benar kabar baik bagi keluarga MA.

Sedangkan pengacara tim kampanye Jokowi-JK saat pilpres lalu menegaskan tidak akan mencabut gugatan ini. “Saya jamin Jokowi pasti memaafkan itu, tapi tidak mungkin akan saya cabut gugatannya,” kata Henry Yosodiningrat, kepada wartawan BBC Indonesia, Kamis (30/10).

Hari ini, Sabtu (1/11), orangtua MA datang menemui Presiden Jokowi di Istana untuk meminta maaf atas perbuatan anaknya. Sempat mengelak untuk memberi keterangan, Jokowi akhirnya membuat pernyataan. “Di era bebas semuanya harus bisa saling menghormati antar orang lain,” ujarnya. Presiden juga sudah menyatakan 100% memaafkan pelaku.

Pengen Main Poker, Domino, Ceme dan BlackJack Online?? SukaQQ Solusinya
Anda Juga Bisa Menjadi Bandar
Min Depo dan Withdraw : 25.000
Dapatkan Juga Bonus Yang Telah Di sediakan SukaQQ
– Bonus Deposit 10% ( setiap harinya anda bisa claim 1x )
– Bonus Referral 10%
– Global Jackpot 60Juta ( Setiap Harinya)
– Bonus CashBack 0,3% ( yang akan di bagikan setiap harinya )

Daftar di www.sukaqq.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s