Kisah Nyata Di Ganggu Genderuwo

kisah nyata di ganggu genderuwo

Info Kisah Misteri – Masih di lokasi yang sama, di rumah salah satu sahabat baik tanteku yang berada di pinggiran
kota Cirebon, yang memang lokasi di perumahan
tersebut memang dianggap angker oleh warga sekitar.

Saat berada di sana, beliau mendengar cerita dari temannya itu, entah dia sendiri, ibunya serta
suaminya saat sedang sakit, sering melihat Gendruwo masuk ke rumah mereka.

Dan menurut suami temannya yang memiliki ilmu kebatinan, memang sepertinya rumah mereka
seperti jalur jalan untuk Makhluk Gaib, hanya saja yang sering mereka lihat adalah Gendruwo tersebut.

Tapi itu hanya terjadi pada saat mereka sedang sakit saja, kalau keadaan badan dalam kondisi
normal, tidak ada melihat ada penampakan Gendruwo itu.

Mungkin bagi suaminya hal tersebut tidak jadi masalah, tapi bagi teman tanteku dan ibunya
menjadi suatu hal yang membuat mereka ketakutan, karena kalau Gendruwonya sekedar
lewat saja sih tidak masalah,

tapi sering Gendruwonya sepertinya berhenti sambil melihat
ke arah mereka berbaring di tempat tidur, entah maksudnya apa, atau mungkin sekedar
menjenguk yang sedang sakit barang kali ya he..he..he…
Kalau ini sih bukannya bikin jadi sembuh .

Tanteku pun akhirnya penasaran juga, dan timbullah keinginan untuk mencoba bertemu
Gendruwo tersebut.

Tanteku ingat waktu dulu sering melihat ibunya sering tidur di depan pintu
masuk ke dalam rumah,
dengan beralaskan daun pisang dan berbantal sapu lidi yang biasa untuk membersihkan kasur.

Waktu ditanyakan kepada ibunya kenapa beliau melakukan itu, jawaban
yang tanteku ingat dari mendiang ibunya
adalah untuk mengusir hal-hal negatif yang akan masuk ke rumah.

Tanteku pun mencoba mempraktekkan itu, tapi kali ini tidak menggunakan alas daun pisang
tetapi diganti tikar, tetapi untuk bantal kepala masih menggunakan sapu lidi di ruang tamu di
depan pintu masuk/keluar rumah itu.

Sekitar jam 1 malam, tanteku melaksanakan niatnya, lampu di ruang tamu sengaja beliau
matikan, sambil tidur-tiduran beliau memegang tasbeh dan berwirid. Sekitar 15 menit, terasa
sekali suasana mencekam, tanda akan ada sesuatu yang datang.

Dan benarlah, dari luar rumah datanglah sosok tinggi besar berbulu seperti gorilla akan
memasuki rumah melewati pintu depan (bagi mereka pintu tertutup pun tidak jadi masalah,
karena memang bisa tembus).

Tanteku yang sedang tidur-tiduran pun akhirnya bangun,
karena merasa ada kaki besar yang akan menginjak kepalanya.

“Ehh, berhenti-berhenti, kamu nggak boleh masuk ke sini,”kata tanteku sambil
menghentikan langkah Gendruwo tersebut.

“Kamu yang harus minggir, ini jalan yang biasa aku lewati selama ini!” jawab Gendruwo itu
sambil memandang dengan marah ke arah tanteku.

“Sekarang tidak boleh lagi, karena rumah ini sudah ada yang menempati, cari jalan lain tapi
jangan lewat rumah ini,”
kata tanteku dengan nada mengusir sambil menatap ke arah Gendruwo itu.

Ternyata keduanya sama-sama tidak mau mengalah, dan terjadilah adegan saling dorong
mendorong di antara 2 makhluk yang berbeda dimensi itu.

Kata tanteku kalau membandingkan tinggi badannya dengan gendruwo itu, tinggi badan
tanteku hanya setinggi perut Gendruwo tersebut alias seudelnya si om Wowo
Gendruwo tersebut merangsek maju, sedangkan tanteku pun menahan langkah gendruwo
tersebut dengan kedua tangannya menahan perut dari Gendruwo itu.

Dan akhirnya di luar kesadaran tanteku, beliau seperti mengucapkan
suatu doa/mantra , dan setelah selesai doanya diucapkan, entah kekuatan dari mana
datangnya, tangan kanannya memukul perut gendruwo tersebut.

Seperti dalam tokoh film super hero yang memiliki kekuatan super, pukulan tangan
kanannya membuat Gendruwo tersebut terpental/terlontar jauh sekali dan menghilang
dari pandangan tanteku.

Tanteku sendiri malah terpesona dan tidak percaya, kok bisa-bisanya pukulannya membuat
Gendruwo itu terpental sedemikian jauh.

Dan selanjutnya tanteku tidak bisa tidur sampai pagi, karena memikirkan kejadian tersebut.

Selesai beliau bercerita, aku pun bertanya kepadanya, “Masak sih, tante nggak tahu doa/
mantra yang diucapkan sendiri, waktu digunakan untuk memukul gendruwo itu?”

“Nah itulah mas yang aku bingungkan, mantra/ doa itu seperti otomatis kuucapkan dengan
sendirinya waktu itu tanpa aku sadari.

Dan kalau aku disuruh mengingat doa/mantra itu seperti apa kata-katanya, aku juga nggak
bisa mengulanginya, karena memang aku benar-benar nggak tahu,” jawab tanteku sambil

mencoba mengingat-ingat kata-kata mantra itu,tapi tetap saja beliau tidak bisa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s