Kisah Misteri : Bertamu ke rumah hantu (1)

Rumah Hantu
Bertamu Di Rumah Hantu

Info Kisah Misteri – Matahari mulai menuju peraduan,angin sore bertiup sepoi sepoi..menerpa
tubuh Ana yang sedang menggenjot sepedanya kuat kuat agar nih pesawat
tenaga manusia bergerak cepat karena dia harus sampai ke rumah April
sebelum adzan Maghrib berkumandang,maklum langit malam adalah saatnya
makhluk alam gaib beraktivitas..tatuuut!.”

apalagi Ana sendiri,dia berangkat sendiri karena menonton telenovela
kesayangannya.

Ana menghembuskan napasnya dan tersenyum senang kini dia di jalan dekat
rumah temannya.Tapi gang yang mana yang harus di masukinya,gang empat yang
kini di sampingnya apa gang lima di depan sana?.”

hal ini membuat Ana bingung..tapi tiba tiba ada bisikan di telinganya yang
terngiang ngiang,”lima..lima..lima..!.”

akhirnya Ana memutuskan mengikuti bisikan itu,dia kembali menggenjot
sepedanya menuju gang lima dan karena rumah April di urutan terakhir,dia
terus mengenjot sepedanya ke akhir gang ini yang merupakan gang buntu.

Dan Ana memandang heran,kenapa rumah April adalah bangunan tua besar
peninggalan Belanda dan punya banyak jendela.

Ana mengernyitkan dahi
,dia heran muka si April nggak ada londo londonya(Eropa) malah Jawa
Asli,item manis seperti lagunya Rita Sugiharto atau yang kata Lia sekarang
harto alias harta itu identik ama duwit karena itu dia selalu memanggil
penyanyi dangdut bersuara merdu ini dengan Rita Sugihduwit(Duwit=Uang).

Lagunya Rita yang syairnya
,”hitam orang hitam tapi manis senyumnya,”
tapi Ana nggak setuju,orang ganteng itu harus putih ya kurang lebih Ari
Wibowo..hitam itu identik ama gelap,manis gula kalee!.”

,”ya kali mbahnya dulu londo tapi gen pribuminya lebih mendominasi enggak
kayak aku masih di warisi eyang buyut walau tinggal berapa persen,”
Setelah memarkirkan sepeda federalnya,Ana pergi ke teras bangunan
itu..bersih sekali,kacanya memantulkan sinar lampu dari dalam.

Ana menotok pintu,tidak ada sahutan dari dalam,dia menotok pintu itu
lagi,sekarang lebih keras,eh..pintu belum juga di buka lagi.

Perasaan tidak enak menghinggapi Ana..bulu kuduknya merinding,detak
jantungnya berdetak kencang membuat Ana menotok pintu itu keras keras.
,”kreek!.”

pintu terbuka..Ana mau masuk,tapi sepatu gear light kesayangannya belum di
buka,dia buru buru membuka tali sepatunya,mencopot sepatunya,Ana mendengar
suara tawa orang..lumayan banyak,dia mikir si April ngundang mereka bertiga
untuk malam minggunya,apa semua cewek di kelasnya.

Ana menuju ruangan yang besar,ini seharusnya jadi ruang tamu tapi kok
kosong melompong..Peet!.”
lampu mati,Ana berteriak histeris tapi suara tawa itu masih terdengar.

Ana mencoba tenang,dia ingat bawa senter,Ana secepatnya mengambil senter
itu,spontan sinar senter menyorot sekitarnya.Namun Ana tidak berani melihat
kemana mana,dia cuma fokus menyorotkan senternya ke ruang tengah sambil
melangkah perlahan.

Ana hampir menangis,kini dia sendirian di ruangan ini,apes banget nasibnya
malam ini.
Ana melihat cahaya dari ruang tengah,dia berlari menghampiri..ternyata ada
meja makan kayu yang besar dengan dua belas kursi,yang berukir indah.

Ana melihat tangga di samping meja besar.ternyata sederet tangga menuju
ruang bawah tanah..apa Ara dan Lia disana?.”tanya hati Ana sambil menuruni tangga.

Ana lagi lagi harus kecewa,ternyata di bawah tanah ini tidak ada siapa
siapa,hanya semacam kolam kecil,airnya berwarna merah darah,bergolak
seperti air panas..

Ana ketakutan..apalagi bau anyir darah menerpa indera
penciumannya,dia bergidik ngeri.Buru buru menaiki tangga keluar dari ruang
bawah tanah..dan kembali ke meja makan tersebut.Kini Ana yang terheran
heran,ada seorang cewek sepantaran dirinya di meja makan itu?.

“siapa dia?.”dan pastinya wajah cantik yang dia miliki tidak ada satu orangpun di
sekolahnya yang memilikinya.

,”How Are You?.”
Ara dan Lia berjalan mondar mandir di halaman rumah sederhana namun asri
penuh dengan pot pot beraneka bunga dan tanaman hias.
Langkah kedua cewek ini di terangi lampu jalan.

Seandainya lampu jalan ini makhluk hidup pasti menggerutu melihat tingkah
kedua cewek itu.

,”ini semua gara gara telenovela itu ra..jika nggak ana pasti ikut kita di
mari bukan nyusul..aku mau tulis surat ama menteri penerangan agar menyetop
tuh maria marcedes ama teman temannya karena meracuni generasi bangsa,tul
nggak ar?.”gerutu Lia pakai nanya lagi.

Lanjut Ke Part 2

Advertisements

One thought on “Kisah Misteri : Bertamu ke rumah hantu (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s