Mirip Yugoslavia, Indonesia Bisa Bubar di Tahun 2030?

7578147_20150919085745

InfosukaQQ – Izinkan min-min ‘meramal’ masa depan bangsa bernama Indonesia. Ramalan ini merupakan bentuk keprihatinan min-min selaku generasi muda yang tak mampu berbuat banyak untuk bangsa dan negara.

Min-min hanyalah seorang pemimpi yang senantiasa memimpikan Indonesia yang maju dan rakyatnya sejahtera. Ane hanyalah penonton yang selalu menyaksikan kisah duka yang sering bermunculan dari berbagai daerah terpencil Indonesia.

Begitu banyak hal yang membuat hati tersayat. Bocah Papua yang berjalan beberapa kilo ke sekolah, tetapi ibu gurunya tak hadir karena harus berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sangat bertolak belakang dengan keadaan di kota-kota besar. Ya, anak-anak di kota besar bermewah-mewahan memamerkan harta kekayaan. Mirisnya, kekayaan mereka terkadang mampu menyingkirkan guru yang dianggap kurang kooperatif dalam mendidik si anak kaya.

Haruskah Indonesia bernasib seperti Yugoslavia? Negara yang dibentuk tanggal 1 Desember 1918 itu harus merelakan beberapa negara bagiannya memerdekakan diri. Dan jelang usia ke-85-nya, Yugoslavia berganti nama menjadi Uni Serbia dan Montenegro karena sebagian besar wilayahnya telah memerdekakan diri.

Jika menengok sejarah, Yugoslavia dan Indonesia memiliki hubungan yang cukup erat lewat Gerakan Non-Blok. Akankah NKRI bernasib seperti Yugoslavia? Masih ada 15 tahun bagi Indonesia untuk memajukan seluruh tanah tumpah darahnya.

Otonomi bukanlah solusi

7578147_201509190759170941

Pada tahun 1928, Kroasia mencoba melepaskan diri setelah seorang anggota parlemen dari Kroasia dibunuh. Pemerintah mencoba menawarkan otonomi di mana pada tahun 1939 Kroasia banyak mendapatkan keistimewaan.

Apakah keistimewaan dan otonomi membuat Kroasia bertahan? Tidak! 52 tahun setelah diberlakukan otonomi khusus itu, tepatnya 25 Juni 1991, Kroasia memilih putus dari Yugoslavia.

Berapa banyak daerah dengan otonomi dan status istimewa di Indonesia? Jika Indonesia adalah Jawa, maka bukan tidak mungkin 52 tahun yang akan datang banyak yang minta merdeka atau bahkan langsung mendeklarasikan kemerdekaannya.

Bahkan si miskinpun berontak

7578147_201509190759550407

Ketika Republik Makedonia, negara bagian termiskin, memerdekakan diri pada tanggal 8 September 1991, Tentara Federal diam saja.

Di Indonesia, Timor Leste boleh dibilang si miskin yang memerdekakan diri. Tapi, apakah cuma Timor Leste? Bagaimana dengan provinsi yang ‘dimiskinkan’ negara? Kekayaan alam yang mereka miliki dikuras habis sementara penduduk lokal masih mengais rezeki dengan cara menyedihkan.

Perbedaan dan penindasan

7578147_201509190800090016

Penduduk Muslim Bosnia dan Kroasia di Bosnia-Herzegovina memilih untuk merdeka dan mendeklarasikan negara Bosnia-Herzegovina pada 1 Maret 1992.

Penduduk muslim Bosnia-Herzegovina tidak tahan karena berada di tengah konflik antara Serbia dan Kroasia. Mereka merasa keberadaan mereka tidaklah menguntungkan. Itulah sebabnya mereka memutuskan untuk memerdekakan diri.

Akankah perbedaan pandangan di Aceh memaksa mereka memisahkan diri? Hanya rakyat Aceh yang tahu jawabannya.

Perbedaan etnis dan suku bangsa

7578147_201509190801470381

Tito meninggal, perbedaan antaretnis mulai nampak, terutama ketika pada akhir tahun 1980an terjadi krisis ekonomi. Diskriminasi terhadap penduduk Serbia dan non Albania lainnya di Kosovo menyebabkan ribuan orang mengungsi dari provinsi tersebut.

Di Indonesia juga sering terjadi diskriminasi baik itu berupa sindiran etnis Jawa dan non Jawa. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin perubahan dari Indonesia menjadi Jawanesia bakal terealisasi.

Belum lagi perang antar etnis di beberapa daerah di luar pulau Jawa. Sungguh mengerikan nasib Indonesia.

Apa yang bisa mempertahankan Indonesia?

7578147_201509190807130751Tentu saja gerak cepat pemerintah pusat untuk memajukan seluruh daerah tertinggal di Indonesia. Tujuannya agar tidak ada lagi anak emas dan anak tiri. Anak bawang dan anak cabai.

Selain itu, peran serta seluruh penduduk sangatlah besar. Sayangnya peran ini belum bisa muncul karena belum ada rasa nyaman di negara bernama Indonesia. Jika semua penduduk telah merasakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan, kenyamanan mungkin akan hadir dalam diri. Hal inilah yang membuat Indonesia kuat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s