Rupanya Ini Alasan Captain America Melawan Iron Man di Civil War!

Captain-America-Melawan-Iron-Man-1

Infosukaqq – Kalau di komik, Captain America melawan Iron Man karena undang-undang registrasi superhero. Itu jugakah alasan kedua pahlawan utama Avengers ini bentrok di Captain America: Civil War? Chris Evans memberikan jawabannya!

Di Marvel Cinematic Universe, akar pertarungan Captain America melawan Iron Man adalah Sokovia Accord. Kamu-kamu yang sudah nonton adegan post-credit Ant-Man yang terakhir pasti sudah mendengar Accord ini disebut-sebut. Perjanjian itu sendiri tercipta karena pemerintah-pemerintah di bumi tidak nyaman Avengers bisa beraksi tanpa yurisdiksi dan tanpa perlu bertanggung jawab terhadap siapa pun pasca kehancuran S.H.I.E.L.D. Bukan hal yang baik, setelah pertarungan Hulkbuster Vs Hulk di Afrika Selatan, masalah di Korea Selatan, serta hancur totalnya Sokovia.

Menurut Salt Lake Tribune, jawaban Chris Evans adalah,

“Tony actually thinks we should be signing these accords and reporting to somebody and Cap, who’s always been a company man and has always been a soldier, actually doesn’t trust anymore. Given what happened in Cap 2, I think he kind of feels the safest hands are his own.”

“And these are understandable concerns, but this is tough, because even reading the script, you think I think I agree with Tony in a way, and I do agree that to make this work, you do need to surrender to the group. It can’t just be one person saying this is right and this is what we’re going to do. But Cap has his reasons, he certainly has his reasons, and he is a good man and his moral compass is probably the cleanest.”

“This is a tough thing. This is what made it so interesting while we were filming, and it’s hopefully what will make the movie great is nobody’s right, nobody’s wrong. There’s no clear bad guy here. We both have a point of view, which is akin to most disagreements in life and politics.”

Gambar-Konsep-Captain-America-Civil-War-Cover

Bahkan Chris Evans sendiri merasa perjanjian itu ada benarnya. Namun Steve Rogers masih dihantui kekacauan di Captain America: The Winter Soldier, saat organisasi besar yang seharusnya bertugas menjaga keamanan dunia (S.H.I.E.L.D.) ternyata malah telah diinfiltrasi sepenuhnya oleh Hydra. Kapten yang optimis sekalipun mulai digerogoti oleh nuansa sinis abad ke-21, hingga dia hanya bisa percaya pada dirinya dan timnya.

Sebaliknya, Tony sudah menjadi lebih dewasa setelah hampir mati di Avengers, menyadari perannya sebagai Iron Man di Iron Man 3, melihat kematian teman-temannya dalam visi di Age of Ultron, dan terutama memicu seluruh persoalan Ultron. Kalau persoalannya seperti itu, Tony Stark Iron Man 1-2 pasti akan memilih untuk menentang. Tapi setelah Age of Ultron, persoalannya berbeda.

Terciptalah dinamika yang menarik, di mana Steve Rogers sang prajurit akhirnya justru menentang keputusan atasannya, sementara Iron Man yang pernah menyepelekan kongres di Iron Man 2 justru menyetujui perjanjian.

Enam

Selama pertempuran tim Captain America melawan Iron Man tidak menjelma menjadi bodoh karena keputusan seperti memenjarakan para pahlawan di Negative Zone, atau menyewa penjahat untuk memburu para pahlawan, konflik Captain America melawan Iron Man ini tampak sangat menarik. Penulis jadi berharap Baron Zemo tak akan sepenuhnya membuat konflik ini menjadi sia-sia, dengan menjadi musuh yang keduanya hadapi lalu persoalan mereka teratasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s