Sejak kapan skandal korupsi FIFA mengemuka

Gerbang kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss
Gerbang kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss

InfosukaQQ – Gelombang skandal korupsi yang dituduhkan ke organisasi sepak bola dunia (FIFA) bisa jadi membingungkan sebagian khalayak. Bagaimana mungkin sebuah organisasi olahraga berprinsip fair play justru melakukan korupsi?

Korupsi, dalam hal ini di FIFA, sudah lama dicium otoritas hukum dan para pengamat. Wartawan investigatif asal Skotlandia, Andrew Jennings, dalam buku keluaran 2008 berjudul “Foul!: The Secret World of FIFA: Bribes, Vote Rigging and Ticket Scandals” menggambarkan hal itu.

Namun tentu saja, hanya sebatas dugaan –belum (bisa) dibuktikan. FIFA terlampau kuat membentengi diri. Bahkan menurut Jennings, Kejaksaan Agung Swiss pernah tiga kali berusaha membongkarnya tapi tak terwujud.

Sorotan dan dugaan korupsi di FIFA mendapat momentum saat Qatar dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 3 Desember 2010. Sejumlah negara pesaing Qatar, yang kebetulan negara-negara mapan, berang. Mereka antara lain; Inggris, Australia, dan Amerika Serikat.

Padahal sebelum ini, siapapun yang gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia hanya sebatas kecewa. Tak pelak, “kemenangan” Qatar berbau kontroversi. Media massa menyoroti ini, terutama media-media Inggris yang dikenal vokal.

Negara-negara utama dan media curiga ada “udang di balik batu” dalam penunjukkan Qatar.

Kecurigaan sejumlah pihak makin menjadi saat perempuan Qatar bernama Phaedra Almajid membocorkan tindakan suap Qatar kepada FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Almajid, anggota pemenangan Qatar yang dipecat pada 2010, menyatakan sedikitnya masing-masing dua anggota Komite Eksekutif FIFA mendapat “komisi” USD1,5 juta (Rp20 triliun) untuk memilih (voting) negeri Timur Tengah itu.

Menyusul bocoran kontroversial itu, Qatar diguncang isu hak asasi manusia dan iklim yang panas. Antara lain soal perbudakan tenaga kerja. Dua isu tersebut serta isu korupsi membuat sejumlah negara menyuarakan perlunya pemungutan suara ulang tuan rumah Piala Dunia 2022.

Namun wacana per Juni 2014 itu tak bersambut. Seperti diberitakan The Independent, para negara anggota FIFA tak satu suara.

Isu korupsi FIFA perlahan menguap dan hanya bergerak di bawah tanah. Tapi pada 27 Mei 2015, dunia diguncang aksi penggerebekan sebuah hotel di Zurich, Swiss, oleh kepolisian setempat dan FBI.

Otoritas hukum Swiss mengatakan, penggerebekan ini berhubungan dengan kemenangan Russia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar (2022).

Penggerebekan menjelang Kongres FIFA itu menyebabkan sembilan orang eksekutif FIFA dan lima orang mitra kerja ditahan. Jaksa Agung AS, Loretta Lynch, dalam pernyataan resmi yang dilansir USA Today mengatakan, 14 orang itu terjerat kasus pemerasan, suap, pencucian uang, penipuan, dan berbagai kejahatan ekonomi lainnya.

“Ulah mereka begitu rapi, sistemik, dan mengakar baik di luar negeri maupun di AS,” katanya.

Penangkapan sembilan orang pejabat teras FIFA membuat Presiden FIFA Sepp Blatter, Juni 2015, menyatakan bakal mundur per 2016. Kurun waktu menuju 2016 digunakan untuk persiapan kongres luar biasa.

Blatter menutupi wajahnya dengan jas saat keluar dari markas FIFA di Zurich, Swiss, 8/10/2015
Blatter menutupi wajahnya dengan jas saat keluar dari markas FIFA di Zurich, Swiss, 8/10/2015

Gonjang ganjing skandal ini pun mencapai titik puncak pada kemarin (8/10). Blatter, Presiden UEFA Michel Platini, dan eks Sekjen FIFA Jerome Valcke mendapat sanksi skors 90 hari dari FIFA. Sedangkan eks wakil presiden FIFA Chung Mong-joon mendapat sanksi enam tahun.

Empat orang itu menyatakan hal senada, bahwa mereka tak bersalah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s