Bum Bum goyangannya mantap

tuigirl-048-007

SUKAQQ – Saya paman saudara sepupu disunat …

Sebagai keponakan tentu saja saya ga balik untuk membantu prosses hajatannya,
Dengan membantu untuk membuat tenda, mengatur meja, kursi dan lain-lain sampai waktu hajatannya
Dimulai, saya akan sibuk membantu menyiapkan peralatan di dapur …
Tamu makan siang tiba berbondong-bondong, datang dan pergi sampai maghrib … orang
Sudah mulai kosong dan kita semua membantu perayaan sepanjang hari duduk-duduk, mengobrol, merokok dan percikan-lelucon dengan teman-teman dan keluarga ..
“Aku haus ya, ambil minuman pertama yach gua?” .. Saya bilang.
Lalu aku pergi kedapur mengambil minum.
Di pintu dapur saya ketemu dengan Ani MBA, dia adalah istri dari seorang guru SD di desa saya. Orang yang ramah, muda, kulitnya senjata begitu putih tapi mulus ..

tuigirl-048-008
“Kemana kamu pergi?” Katanya, sambil tersenyum.
“Ingin mengambil minum ya,” kataku jalan melalui itu.
Tiba-tiba ada benda yang menyentuh pangkal paha, seperti olah disentil.
Saya akan melihat itu, melihat yang terakhir sentuhan baru sini..siapa? …
Aku sangat bingung..ga orang lain ada selain kami berdua.
Aku melihat ke belakang dan melihat mba Ani tersenyum melihat saya.
“Nyari apa?” Dia bertanya, tersenyum manis. “E..engga ….” kataku, bingung.
Setelah mengambil minum saya langsung pergi keluar dari pintu dapur..tiba tiba-tiba MBA Ani berpegangan tangan dan berbisik, “Aku ntar malem 8 jam menunggu di depan rumah saya eh? ..” Dia berbisik, meremas celana sisi lain bagian diam depanku..Aku dan senjata bisa menjawab, senjata ga setuju tetapi menolak untuk menikmati rasa nikmat di selangkangan.
Saya juga cepat menarik diri, takut bahwa nglihat ..
Aku kembali tempat berikutnya hidup dan bergabung kembali dengan orang lain ..
Senja mulai merangkak menuju malam .

Suasana desa semakin tenang, .. gelap, mengetahui belom ada listrik.
Aku bingung, apa Ani Mba nyuruh nyata yach? Antara bimbang dan ragu-ragu, ternyata kelakianku keinginan yang lebih besar ..Jam 8 malam aku pulang melewati depan rumah Mba Ani.
Dari kejauhan, pada wanita malam redup aku melihat sosok yang berdiri di depan rumahnya.
“Ih benar-benar tua sich”, katanya setelah aku dekat dengannya.
Aku berkata apa-apa tidak bisa menjawab. “Kamu temenin Mba yach? Mas Iwan lagi mengajar di desa sebelah”. Katanya lagi.
“Benar-benar tidak ada orang?” Saya bertanya.
“Ga ada, mba begitu takut.” Dia menjawab lagi.
“Baik,” aku setuju. Lalu kami berdua masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
“Aku mengambil minuman temenin yuk,” katanya setelah beberapa saat kemudian.
Lalu ia mengandeng tangan ke arah dapur. Seperti kerbau dicocok hidungnya, aku ngekor tanpa otoritas menolak meliputi berbagai perasaan.
Sampai dapur, mba Ani bukannya bukannya mengambil minum, tiba-tiba dia mencium
Bibir penuh dengan gairah ..

tuigirl-048-009

“Aku sudah begitu lama loh pengin ngewe ingin Anda”. Bisiknya sambil melumat bibirku.

Aku tidak bisa menahan gejolak kemudaanku. Sementara membalas miliknya, tanganku
mulai menggerayangi tubuhnya masih padat berisi itu. Maklum dia menikah 2 tahun
tapi masih tidak memiliki anak. Tanganku meremas pantatnya dan menggairahkan kenceng kukait-kait sementara lidahku ke lidah antara mulut merah menganga mendesah.
Aku berbalik tangan saya mendapat maju dan menyentuh dareah tempenya agak kasar tapi tetap
senjata senjata berbulu seperti punya Mba Rom (Sarjana Ting-tingku hilang).
Ternyata dia punya senjata di celana mereka ia sudah.
Jari Tengahkupun langsung meluncur ke tempenya lubang yang direndam karena pemberi pinjaman kesenangan.

“Ayuh kekamar yuk”. Dia berkata. “Jangan ah, takut Mas Iwan rumah”. Saya membalas.
“Ga papa , dia kembali Maleman setidaknya 12 jam”.
“Besok aja yach, di rumah saya, besok aku liburan sekolah, datang hanya tujuh jam setelah ayah dan ibu pergi bekerja” kataku. tolku jalan sebenarnya memiliki senjata tahan untuk segera masuk ke dalam tempenya. Tetapi takut ketahuan melebihi birahiku.
“Baik, besok yach, tapi tidak berbohong”. Dia setengah memohon.

tuigirl-048-010

Kami juga merilis pelukan kami dengan rasa berat hati.

Keesokan harinya, pada 7 orang tua saya sudah berangkat. Saya juga mulai bersemangat. “Ayo ga yach dia?” Kataku dalam hati.
Tiba-tiba lamunan di tengah suara mengetuk pintu dan menyapa.
Aku menjawab dan langsung membuka pintu, dan ternyata Mba Ani berdiri di pintu sementara
tersenyum dan membawa bingkisan.
“Di sini saya bisa membawa makanan” katanya.
Dia juga masuk. “Di mana orang tua?” Dia bertanya. “Ini pergi” jawab saya.
“Pergi ke kamar Anda aja yuk” bisiknya. Kemudian kami berdua kembali ke kamar sambil memeluk pacar lama selama senjata terpenuhi.
Tanpa basa-basi lagi kami berdua menjatuhkan tubuh kita di kasur dan tumpang tindih-menghancurkan senjata sementara mulut kita tak henti-hentinya melumat satu sama lain dan meludah kita milik bersama.
Aku segera duduk, mengungkapkan roknya, dan segera mengangkang kaki gemuk dan halus sebelum saya. Aku menarik segera celana dalam warna abu-abu.
Tempenya ga dan terlihat berbulu. Segera aku membuka celana saya. tolku jalan sudah bengkak sejak semalem. Aku memegang kakinya mengangkang dan jalan kuarahkan ke arah tolku
Lubang tempenya, tapi hanya kepala menyentuh jalan tolku tempenya tangan Ani Mba menarik keluar dan menarik cara tolku tolku jalan ke mulutnya. Dengan posisi berlawanan dan mengarah ketempenya wajahku di tangan saya segera mengungkapkan kedua tempenya bibir merah terlihat lubang menganga matang dan merah yang menimbulkan keinginan untuk menjilat itilnya kecil. Kumasukan lidah menjilat dalamnya dan kujilat seluruh liang tempenya up basah kuyup, sedangkan tolku kuayun-ayun ke mulut kecil, sampai ia tersedak-tersedak. Kujilati itilnya dengan penuh gairah

Mba Ani merintih sedangkan tolku terus dan kuayun-ayun boneka di mulutnya.
Beberapa saat kemudian tubuhnya mengejang dan “ouch..ouch … .crect..cret” dia mencapai klimaks dan lubang tempenya keluar bau asing cairan yang membuat saya cairan basah lebih bersemangat..Kuhirup di liangnya..sruup ..
Tubuhnya merosot dan punggungnya berdaya.serta napas napas …
Aku segera berputar saya … kukangkangkan kedua kakinya..dan kuarahkan tolku jalan masih basah dengan air liur ke arah tempenya menganga menggairahkan..Blessek ..
“Ach ..” Saya merasa sangat baik rasanya, jalan tampak dipijat-pijat tolku dinding fleksibel dan hangat dan basah. Aku merebahkan tubuhku di atas tubuhnya montok dan menggairahkan ..
Mba Ani hanya bisa mendesah, mengerang, dan mengerang-ow …
Kuremas meremas payudaranya kenyal dan menantang itu, dan kusumbat mulut menganga dengan mulut saya, dan mulutnya..dia kusemburkan menelan ludah dan lidah terus menghubungkan lidahku seakan lapar untuk semburan air liur … merasa begitu baik ..
Sementara tolku terus kuayun berayun keras, kadang-kadang lembut … Sampai beberapa saat kemudian ..
Tubuhku menegang, jalan tolku merasa begitu baik tidak ada tara..dan “crut..crut..achhh”.
“Aku keluar mba” … .Kedua tangan imbang pantaku, masukkan tolku cara yang lebih dalam, seolah-olah ia ingin senjata sperma tumpahan cairan drop out …
Tubuhku tergeletak di atas tubuhnya, sementara dia menatapku dengan kepuasan …
Dan dia terus memegang pantat saya, tidak akan membiarkan pergi … “Jangan dicabut dulu”

tuigirl-048-011
Lemes tempeku sendiri “.. katanya.
Kami juga menyampaikan bibir kita hancur sama lain, menyampaikan semangat kami, sampai saat tolku yang mengeras … dan kemudian kami ulangi kembali ke 4 kali …
Menjelang siang ia juga pulang dengan senyum kepuasan..dan aku tertidur dengan semua
Kepuasan yang mendalam ……
Dan peristiwa yang sering diulang dan diulang …
Sementara saya masih akan melakukan hal yang sama dengan MBA Rom, dan terasa menyenangkan itu
membuat saya lebih ketagihan dan kecanduan lainnya kedelai-tempe …
Di cerita lain akan mengungkapkan lagi kesenangan berhubungan seks dengan wanita lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s